Juni 1, 2026
Waspada 5 Jenis Disabilitas yang dimaksud Sering Dialami Pasien Stroke

Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah, sebagian otak tak mendapatkan pasokan darah yang mengakibatkan oksigen yang diperlukan, sehingga terjadi kematian sel/jaringan.

Oleh dikarenakan itulah, pasien stroke rentan mengalami disabilitas pasca serangan. Dan jenis disabilitas yang tersebut dialami pun sanggup beragam.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Akupunktur Analgesia dan juga Anestesi RSPI Pondok Indah, dr. R. Handaya Dipanegara, menjelaskan bahwa pasca serangan stroke, gangguan yang digunakan paling rutin dialami yaitu kemampuan motorik dan juga sensorik berubah atau bahkan hilang mirip sekali.

“Kementerian Bidang Kesehatan RI menyatakan bahwa sebanyak 2 dari 3 pasien stroke kerap mengalami disabilitas. Jenis disabilitas yang digunakan dialami oleh setiap pasien berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan serta bagian otak yang mana terkena dampak,” ujar dr. R. Handaya melalui keterangan yang tersebut diterima suara.com, Kamis (14/12/2023).

Lalu, apa hanya jenis disabilitas yang dapat dialami oleh pasien stroke?Berikut ini risiko disabilitas pasien stroke yang harus diwaspadai:

1. Disabilitas fisik seperti kelemahan atau kehilangan sebagian atau seluruh kontrol otot, gangguan aksi dan juga koordinasi, gangguan keseimbangan, kesulitan menelan atau disfagia, hingga pembaharuan ucapan yaitu disfonia.

2. Disabilitas kognitif seperti gangguan berbicara lalu berbahasa, kesulitan mengingat informasi tertentu, dan juga kesulitan untuk memusatkan perhatian.

3. Disabilitas emosional serta psikologis, salah satu contohnya bisa saja menyebabkan pasien mengalami depresi ataupun gangguan emosi.

4. Gangguan sensorik, seperti berkurangnya penglihatan atau pendengaran.

5. Gangguan fungsi organ, seperti kesulitan mengontrol buang air besar atau buang air kecil.

Pasien stroke yang mengalami disabilitas memerlukan penanganan yang digunakan komprehensif. Penanganan ini bisa saja meliputi terapi pengobatan, terapi fisik, terapi okupansi, hingga terapi wicara. Bahkan, mampu juga diberikan terapi akupuntur sebagai pendamping.

Dengan penanganan yang tersebut tepat, pasien stroke dapat belajar untuk mengatasi disabilitas merekan kemudian menjalani keberadaan yang tersebut berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *