Juni 1, 2026
Kemenkomarves Sebut Mempunyai Peluang Perekonomian Biru Menjanjikan

otoritas Indonesia melalui Kementerian Koordinator Area Kemaritiman juga Pengembangan Usaha (Kemenkomarves) bekerjasama dengan Sekretariat AIS Forum, AIDAN Limited, dan juga the National Capital District Commission (NCDC) Papua Nugini, juga didukung oleh PT Pertamina Hulu Daya mengadakan pelatihan bertajuk “Bluepreneur: Coastal Communities Training” di tempat Port Moresby, Papua Nugini.

Program pelatihan ini merupakan langkah awal dari upaya AIS Diskusi di menjalin kerjasama untuk peningkatan kapabilitas publik di dalam Papua Nugini melalui berbagai kegiatan kemudian pemberdayaan.

Digelar di dalam Stanley Hotel, Port Moresby, pada 4-6 Desember 2023, pelatihan ini ditujukan untuk memberikan berbagai macam wawasan juga keterampilan terhadap para bluepreneurs agar dapat berinovasi di pengembangan usahanya.

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan Women’s Bluepreneur Training yang tersebut dijalankan di area Ibukota pada 23-24 Oktober silam.

Radian Nurcahyo, Asisten Deputi dalam Area Hukum juga Perjanjian Maritim Kemenkomarves yang hadir di pelaksanaan pelatihan yang dimaksud menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi medium untuk menguatkan kapasitas publik pesisir di upaya memajukan sektor kewirausahaan biru yang tersebut menjadi sektor potensial publik pesisir.

“Kami sadar bahwa penduduk pesisir terdiri dari sejumlah komunitas penyokong dengan berbagai sekali potensi, utamanya dalam sektor sektor ekonomi biru. Karena itu, AIS Diskusi hadir sebagai wadah untuk berinovasi dan juga mengembangkan dirinya, salah satunya adalah melalui pelatihan seperti ini,” kata Radian pada keterangannya diambil Awal Minggu (18/12/2023).

Dihadiri oleh 30 bluepreneurs dari berbagai wilayah di tempat Papua Nugini, pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas. Menyasar kaum perempuan, anak muda, lalu penyandang disabilitas sebagai partisipan di pelatihan ini, AIS Diskusi memberikan ruang bagi para bluepreneurs di tempat komunitas yang dimaksud pada berinovasi pada ekonomi biru. Hal ini didasarkan bahwa Papua Nugini, bersatu dengan negara-negara lainnya di tempat Pasifik miliki sejumlah sekali sumber daya potensial, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Berlangsung selama tiga hari, berbagai pembicara hadir lalu membekali para kontestan dengan berbagai ragam topik. Di hari pertama, terdapat tiga sesi yang mana diadakan yakni dasar – dasar berbisnis, pengelolaan bisnis dengan memanfaatkan Business Model Canvas, juga strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi. Pada hari pertama ini pula hadir perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Kemenkomarves, dan juga National Capital District Commission, Papua Nugini.

Pelatihan berlanjut pada hari kedua yang dimaksud mana para partisipan melanjutkan pembahasan materi mengenai pengembangan komoditas – produk-produk perikanan yang mampu dikelola di skala kecil.

Melihat bahwa kemungkinan sumberdaya perikanan pada Papua Nugini sangat menjanjikan, topik – topik pelatihan dalam hari kedua berfokus pada pendekatan praktis, seperti pengenalan produk-produk dan juga praktik segera tentang bagaimana mengembangkan item berbahan dasar rumput laut. Hal ini juga dilanjutkan pada hari ketiga, yang tersebut mana para partisipan pelatihan diperlengkapi lagi dengan pelatihan tentang metode packaging komoditas yang digunakan telah dilakukan dikembangkan.

Di hari ketiga, tampak hadir Duta Besar (dubes) Indonesia untuk Papua Nugini, Andriana Supandy. Dubes Supandy tampak bergabung memantau pelaksanaan pelatihan, dan juga terlibat mencoba komoditas – hasil yang digunakan dibuat oleh para partisipan pelatihan.

Berbagai contoh barang berhasil dikembangkan secara bersatu – identik oleh para kontestan sebagai luaran dari ide – ide yang muncul selama pelatihan berlangsung. Diharapkan setelahnya mendapatkan berbagai materi dan juga percontohan dari para pebisnis sektor sektor ekonomi biru, para bluepreneurs dapat menerapkan lalu mengimplementasikan kembali hasil pelatihan ini pada komunitasnya masing-masing.

Harapan lebih besar besarnya adalah agar para kontestan dapat membantu memajukan sektor ekonomi biru di area komunitas wirausaha perempuan, anak muda, lalu penyandang disabilitas, juga tambahan besarnya lagi mampu menjadi dasar penyokong untuk memajukan sektor perdagangan dalam kawasan Papua Nugini dan juga sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *