Juni 1, 2026
Tinggal pada Amerika kemudian Bahagia Hidup Berkeluarga, Jenson Button Kembali Tertarung di Seri Hypercar Tahun Depan

Jenson Button adalah mantan driver Formula 1 (F1) selama Inggris, Britania Raya yang merengkuh peringkat Juara Bumi F1 2009. Sesudah gantung helm dari turnamen balap jet darat, ia turun di tempat berbagai nomor balap endurance pada Amerka Serikat oleh sebab itu tinggal di dalam Negeri Paman Sam setelahnya menikah dengan Brittny Ward, manusia model kenamaan dengan syarat negara itu.

Mereka dikaruniai dua anak, mengasuh beberapa anjing kesayangan, dan juga menjalani romantika keberadaan berkeluarga seperti pasangan muda lainnya. Penuh romantika mengurus bayi yang dimaksud sekarang ini berusia balita serta lelaki muda kecil bernama Hendrix Button, menunda pesta pernikahan sebab Virus Corona sampai akhirnya berhasil mengatur dengan protokol ketat, dengan aktivitas balap terus berjalan.

Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi Formula 1, tahun depan Jenson Button semakin sibuk menjalani aktivitas dalam jalur cepat alias fast lane dunia balap. Ia akan datang terjun di area kompetisi dunia hypercar atau balap endurance.

Setelah mengantongi gelar kejuaraan Juara Planet F1 2009, kelahiran 19 Januari 1980 ini berlaga lebih besar dari 300 kali balap F1. Jenson Button terus berlaga dalam pentas jet darat hingga sekira 2017. Kemudian pindah balap ketahanan Seri Super GT dengan Naoki Yamamoto pada Kunimitsu Team pada 2018, lalu berkompetisi satu musim penuh di area seri Super GT yang dimaksud berbasis di area Jepun pada 2019.

Jenson Button mengajari sang putra, Hendrix Button mengoperasikan setir jet darat atau mobil balap single seater, F1 [Instagram: @hendrixbutton].
Jenson Button mengajari sang putra, Hendrix Button mengoperasikan setir jet darat atau mobil balap single seater, F1 [Instagram: @hendrixbutton].

Selain itu ia berkompetisi paruh waktu di area NASCAR Cup Series mengandalkan Ford Mustang No. 15 di area pasukan Rick Ware Racing juga sponsor Stewart-Haas Racing dan juga sponsor dari Mobil 1.

Sepanjang kariernya di dalam balap F1, Jenson Button kaya pengalaman sebagai pilot yang mana menyebabkan beberapa bendera regu F1 seperti Williams, Benetton/Renault, BAR/Honda, Brawn GP lalu McLaren antara 2000-2017.

Sesudahnya, ia bergabung dalam belakang layar sebagai pembawa acara expert dalam Sky Sports F1, DTM, British GT, Extreme E, Nitro Rallycross Championship, kemudian IMSA SportsCar Championship yang berbasis di dalam Amerika Serikat.

Untuk 2024, Jenson Button akan bergabung pada pasukan balap endurance dengan lineup Hertz Team Jota WEC lalu bersenjatakan Porsche 963. Dua rekan setimnya adalah Philip Hanson dengan syarat Britania Raya, juga peserta balap Denmark Oliver Rasmussen.

Dengan terjun dalam balap endurance tadi, ia mampu mengikuti beberapa balapan endurance paling terkenal di motorsport, termasuk 24 Heures du Le Mans, atau balap ketahanan paling kondang sedunia, Le Mans 24 Jam serta terjun di tempat sirkuit yang mana pernah jadi tempatnya berlaga semasa masih balapan di area F1, seperti Sirkuit Imola (dahulu kondang sebagai seri San Marino GP), Spa-Francorchamps (F1 GP Belgia), Sirkuit Interlagos (F1 GP Brasil), Auston (F1 GP Texas), Sirkuit Fuji (F1 GP Jepang), juga Sirkuit Sakhir (F1 GP Bahrain).

Sebelum terjun ke balap ketahanan 2024 nanti, pengalaman Jenson Button dalam balap ketahanan adalah Le Mans 24 Jam putaran 2023 dengan tunggangan balap Chevrolet Cup Series NASCAR yang dimodifikasi “Garage 56” dengan desain inovatif menjadi tunggangan balap seru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *