April 16, 2026
Data KPK 84 Persen Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi, Mahfud Md: Hanya 0,05 %, PT Masih Baik

Jakarta – Menteri Koordinator Lingkup Politik Hukum kemudian Keselamatan Mahfud Md mengungkapkan sebanyak 84 persen koruptor di area Indonesia pada antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi.

“Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi, 84 persen dari koruptor di tempat Indonesia itu adalah lulusan perguruan tinggi,” kata Menkopolhukam Mahfud Md ketika menyampaikan orasi ilmiah di tempat Universitas Negeri Padang pada Ahad, 17 Desember 2023.

Masih di data yang mana sama, Mahfud menyebutkan pada waktu ini sekitar 1.300 koruptor sudah pernah ditangkap atau telah diadili oleh pengadilan. Dari total tersebut, artinya ada sekitar 900 koruptor merupakan lulusan perguruan tinggi atau sarjana.

Di satu sisi, Mahfud mengemukakan perguruan tinggi (PT) tidaklah gagal meskipun hitungan koruptor dari kalangan sarjana terbilang tinggi. Sebab, kata dia, hingga ketika ini jumlah total lulusan perguruan tinggi terpencil lebih besar banyak, yakni lebih tinggi kurang 17,6 jt orang.

“Jadi, kalau jumlah agregat lulusan 17,6 jt orang juga yang tersebut koruptor 900 orang, kira-kira semata-mata 0,05 persen. Artinya perguruan tinggi masih baik,” kata dia.

Mengenai beratus-ratus koruptor lulusan perguruan tinggi tersebut, menteri kelahiran Sampang itu menilai para koruptor hanya sekali pintar dari segi otak, namun wataknya tumpul. Dengan kata lain, ada ketidakseimbangan antara kecerdasan kognitif dengan kemuliaan watak.

Kepada wisudawan Universitas Negeri Padang, Mahfud menyampaikan setiap lulusan patut berbangga lantaran sektor lembaga pendidikan Indonesia semakin maju. Berkaca pada 1970, cukup sulit menemukan individu yang digunakan menyandang peringkat sarjana.

Namun, sejak 1970 ke atas, sudah ada semakin sejumlah lulusan sarjana strata satu, doktor hingga berhasil menjadi profesor. Artinya, dunia lembaga pendidikan Indonesia semakin maju meskipun masih terdapat kekurangannya.

Terakhir, Mahfud berpesan setiap lulusan perguruan tinggi perlu berkontribusi merancang kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *