Juni 1, 2026
Punya Korporasi Mobil Listrik kemudian Transportasi Luar Angkasa, Begini Sudut Pandang Elon Musk Tentang Multi-Planet

Nama Elon Musk sebagai pemilik perusahaan mobil listrik atau EV di area bawah nama perusahaan Tesla Incorporation juga perusahaan kendaraan luar angkasa SpaceX menjadi komponen perbincangan hangat berbagai kalangan. Pasalnya, selain merujuk terhadap semangat menghurangi emisi gas buang kendaraan bermotor, cara berpikirnya yang mana visioner adalah menciptakan manusia bisa saja diberangkatkan ke planet lainnya dalam jajaran tata surya kita. Sehingga kita tiada cuma mendiami planet bumi namun ada di tempat berbagai lokasi. Antara lain planet Mars.

Dikutip Yahoo Finance berdasarkan Forbes, ditinjau dari sudut entrepreneurship Elon Musk, niatnya menimbulkan bermacam kendaraan untuk bumi kemudian planet melebihi visi mendapatkan keuntungan jualan semata.

Mobil listrik Tesla Model 3 diresmikan pada waktu acara peluncuran resmi Tesla di area Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]
Mobil listrik Tesla Model 3 diresmikan ketika acara peluncuran resmi Tesla di dalam Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]

Elon Musk menekankan perlunya umat manusia menjadi spesies multi-planet, dan juga ia membayangkan roket Starship SpaceX mengangkut manusia antara Bumi lalu Mars, dalam mana keberadaan manusia secara permanen akan terwujud.

“Kami bukan ingin menjadi salah satu spesies planet tunggal, kami ingin menjadi spesies multi-planet,” paparnya 2021 setelahnya SpaceX mengirim astronot ke orbit dengan roket bekas.

Ayah lima anak ini juga mengingatkan tentang “krisis kekurangan populasi” dalam bumi. Pada musim panas 2022, ia menyatakan penurunan bilangan bulat kelahiran yang dimaksud terjadi di dalam berbagai negara menghadirkan “bahaya terbesar yang mana dihadapi peradaban sejauh ini”.

Beberapa tahun sebelumnya ia juga memperingatkan, “Masalah terbesar yang digunakan akan dihadapi dunia di 20 tahun ke depan adalah menurunnya jumlah total penduduk.”

Bulan ini, ia memaparkan hal senada ketika hadir di festival kebijakan pemerintah di area Italia yang mana diselenggarakan Awal Menteri Giorgia Meloni.

“Penting untuk memiliki anak juga menciptakan generasi baru,” katanya terhadap para hadirin. “Sesederhana kedengarannya, jikalau seseorang tidaklah mempunyai anak maka tak akan ada generasi baru.”

Awal tahun ini, setelahnya Tiongkok merilis bilangan bulat yang menunjukkan anjloknya bilangan bulat kelahiran, Elon Musk menulis dalam Twitter X, “Penurunan populasi lantaran rendahnya bilangan bulat kelahiran adalah risiko yang digunakan sangat lebih besar besar bagi peradaban dibandingkan pemanasan global.”

Pandangan senada rupanya dimiliki Jeff Bezos, pemilik angkutan luar angkasa  Blue Origin.

CEO Blue Origin, Jeff Bezos. [Saul Loeb/AFP]
CEO Blue Origin, Jeff Bezos. [Saul Loeb/AFP]

“Saya pikir di berbagai upaya ini, kami memiliki pemikiran yang dimaksud sama,” kata Jeff Bezos di episode Lex Fridman Podcast yang mana dirilis minggu ini.

“Saya tidaklah terlalu mengenal Elon, namun menyukai gagasan untuk menjalin persahabatan dengannya lantaran perhatikan masa depan manusia di area berbagai planet,” tuturnya.

Apa yang mana diadakan perusahaan seperti Blue Origin kemudian SpaceX, katanya, adalah menciptakan infrastruktur luar angkasa yang digunakan sanggup digunakan oleh generasi mendatang untuk memulai pembangunan hal-hal yang tersebut tambahan besar.

“Saat saya memulai Amazon, saya tiada perlu mengembangkan sistem pembayaran. Itu sudah ada ada. Namanya kartu kredit,” ujarnya.

“Saya tidak ada perlu mengembangkan sistem transportasi untuk mengirimkan paket. Itu telah ada. Itu disebut layanan pos serta Royal Mail kemudian Deutsche Post. Jadi semua infrastruktur pengangkut barang berat ini sudah ada ada. Dan saya mampu berdiri dalam menghadapi bahunya,” tambah Jeff Bezos.

Dia menyatakan bahwa beliau ingin menggunakan “kemenangan Amazon” untuk mendirikan infrastruktur berat yang mana akan digunakan oleh pelaku bisnis ruang angkasa generasi mendatang.

“Ketika Anda dapat memulai perusahaan luar angkasa yang tersebut sangat berharga di area kamar asrama, maka kita tahu bahwa kita telah lama mendirikan infrastruktur yang tersebut cukup sehingga kecerdikan dan juga imajinasi dapat benar-benar dilepaskan,” tukasnya.

Jeff Bezos mengamati lingkungan bumi dilestarikan melalui manufaktur besar-besaran yang dimaksud bergerak ke luar angkasa, memanfaatkan sumber daya di dalam bulan lalu sabuk asteroid.

Ia membayangkan orang-orang tinggal pada stasiun luar angkasa raksasa, yang digunakan mempunyai “banyak keunggulan dibandingkan permukaan planet, termasuk kemampuan memutarnya untuk menciptakan gravitasi normal.

“Kebanyakan orang ingin tinggal dekat Bumi serta pergi ke sana untuk berlibur, mirip seperti Anda pergi ke Taman Nasional Yellowstone,” lanjut Jeff Bezos.

Ternyata, makna dari pembuatan kendaraan ramah lingkungan yang tersebut diadakan Elon Musk, dan juga minatnya terhadap transportasi luar angkasa miliki makna dalam. Senada pemikiran Jeff Bezos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *