April 16, 2026
GOTO juga TikTok Kerjasama Lagi Bangun Pusat Talenta Digital Bareng UGM

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kemudian TikTok kembali menjalin kolaborasi kali ini menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) pada mendirikan GoTo x TikTok x UGM Technology Center untuk mendirikan pusat pengembangan talenta digital yang digunakan didirikan di dalam Gelanggang Inovasi lalu Kreativitas (GIK) UGM.

Kondisis yang dimaksud menjadi jawaban berhadapan dengan tingginya kesenjangan talenta digital di tempat Indonesia di tempat sedang upaya memacu digitalisasi ekonomi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mana mempunyai peluang digital dunia usaha yang tersebut besar. Berdasarkan laporan Google, Temasek, kemudian Bain & Company pada 2023, gross merchandise value (GMV) dunia usaha digital pada tahun ini diperkirakan sebesar US$ 82 miliar.

Pada 2025, GMV dunia usaha digital diperkirakan naik menjadi US$ 109 miliar. Skor ekonomi digital RI diperkirakan bertambah menjadi kisaran US$ 210 miliar-US$ 360 miliar pada 2030 mendatang.

Potensi perkembangan perekonomian digital yang dimaksud juga dibarengi dengan meningkatnya keinginan talenta digital. Sayangnya, pasokan talenta digital lokal masih kurang mencukupi. Bank Global kemudian McKinsey menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan 9 jt talenta digital pada 2030.

Jika dirata-rata, permintaan talenta digital ini mencapai 600.000 orang per tahun. Sayangnya, hingga pada waktu ini, perguruan tinggi di dalam Indonesia semata-mata mampu menyuplai sekitar 100.000-200.000 talenta digital per tahun. Artinya, terdapat gap sebesar 400.000-500.000 talenta digital per tahun.

Direktur Kondisi Keuangan Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengakui, kesenjangan atau gap talenta digital di area Indonesia terbilang tinggi. Itu sebabnya, pekerja asing pada bidang teknologi informasi serta komunikasi (TIK) cukup marak.

Berdasarkan data, kata Huda, sebanyak 60% perusahaan fintech mengaku kesulitan mendapatkan talenta dalam bidang data programming dan juga data analytics. Tak heran, perusahaan fintech kemudian merekrut tenaga kerja asing untuk menghentikan kesenjangan tersebut.

“Kerja serupa GoTo, TikTok, juga UGM di mendirikan pusat pengembangan talenta digital diharapkan dapat menghadirkan talenta-talenta digital lokal yang tersebut akan mengisi kesenjangan tersebut,” ujar Huda dikutipkan Awal Minggu (18/12/2023).

Kesenjangan talenta digital yang mana terlalu tinggi ini juga mengakibatkan tingginya upah tenaga kerja untuk beberapa pos tertentu dalam bidang TIK. Akibatnya, Huda mengatakan, perusahaan digital skala menengah ke bawah kesulitan untuk memperoleh talenta digital. Mereka kalah bersaing dengan perusahaan besar yang mana dengan mudah memperoleh talenta digital tersebut.

“Maraknya pekerja asing juga upah talenta digital yang terlampau tinggi menunjukkan ada masalah. Itu sebabnya, perlu secepatnya untuk mengakselerasi pengembangan talenta digital di dalam Indonesia. GoTo x TikTok x UGM Technology Center diharapkan bisa saja melengkapi upaya akselerasi yang mana telah dilakukan dilaksanakan selama ini melalui berbagai bootcamp,” kata Huda.

Yang menarik, Huda mengatakan, terobosan GoTo, TikTok, juga UGM tidak semata ditujukan untuk menyelesaikan hambatan di area satu atau dua perusahaan. Nantinya peserta didik yang dimaksud telah dilakukan mendapatkan pelatihan dari GoTo x TikTok x UGM Technology Center mampu menjadi supply tenaga kerja untuk perusahaan-perusahaan digital lainnya sesuai dengan keinginan sektor digital.

Dengan demikian, ke depan, suplai talenta digital lokal akan terus bertambah. Dampaknya, upah tenaga kerja pada bidang TIK akan lebih besar terjangkau lantaran persaingan tenaga kerja akan lebih lanjut sehat. Dengan begitu, usaha kecil serta menengah (UKM) nantinya mampu merekrut talenta digital yang digunakan andal.

“Sehingga nantinya akan ada semakin berbagai platform digital digital yang tersebut muncul. Lebih banyak perusahaan digital yang tersebut mempunyai talenta berkualitas. Ini adalah semua akan menjadi penopang dan juga memberikan efek positif bagi perekonomian digital Indonesia ke depan,” ujar Huda.

Pada Hari Jumat (15/12/2023) lalu, GoTo, TikTok, kemudian UGM sudah menekan nota kesepahaman (MoU) untuk mendirikan GoTo x TikTok x UGM Technology Center sebagai pusa pengembangan talenta digital di tempat Galeri Inovasi dan juga Kreativitas (GIK) UGM. GoTo x TikTok x UGM Tehcnologi Center akan dibuka bersamaan dengan penyelesaian penyelenggaraan GIK UGM pada Februari 2024.

Di lokasi seluas 914 meter persegi itu, GoTo kemudian TikTok akan membuka arena kerja kolaboratif kemudian prasarana pendukung pendidikan, penelitian, lalu pengembangan. Langkah ini merupakan bagian dari rekrutmen telanta digital yang sebelumnya telah terjadi dilaksanakan Grup GoTo di dalam Yogyakarta kemudian sekitarnya.

“GoTo x TikTok x UGM Technology Center merupakan bukti nyata komitmen bersatu Grup GoTo juga TikTok pada membantu peningkatan kompetensi talenta digital Indonesia di area era perubahan struktural teknologi, yang sejalan dengan visi UGM sebagai mitra kami,” kata Chief Technology Officer Grup GoTo Herman Widjaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *