Jakarta – Menjelang libur Natal lalu tahun baru (Nataru), Solo Safari akan menghadirkan sebagian axhibit kemudian wahana baru. Wahana baru ini dibuka bersamaan dengan grand opening yang mana rencananya akan dilaksanakan pekan ini.
General Manager Solo Safari Shinta Adtihya mengatakan, salah satu yang mana dinantikan pengunjung pasca grand opening adalah area Bengal Tiger. Area ini berada di area pada bangunan semi-terbuka dengan pagar besi yang digunakan memungkinkan pengunjung mengawasi harimau dari dekat.
“Bisa feeding harimau secara langsung. Kalau di tempat Taman Safari Bogor kemudian Prigen kan feeding carnivoranya pakai mobil, ini dapat langsung,” kata Shinta di dalam acara Exclusive Solo Safari Trip pada Minggu, 17 Desember 2023.
Ikon baru Solo Safari, kubah burung, juga akan dibuka pada waktu liburan Nataru. Shinta menyatakan ada 60 ekor lebih banyak burung berkicau dengan tambahan dari 10 spesies. “Ini aviary terbesar dalam Jawa Tengah dan juga akan jadi ikon baru, pengunjung dapat foto dengan burung-burung dengan latar air terjun buatan,” kata dia.
Selain itu, ada floating resto. Warung Makan dengan saung-saung di tempat tepi danau ini sanggup jadi pilihan pengunjung yang digunakan makan dalam ruang terbuka sambil bersantai. Uniknya, pengunjung mampu berinteraksi secara langsung dengan pelikan serta black swan.
Solo Safari juga sudah pernah menghadirkan area bertema Middle East dengan bangunan khas gurun pasir juga empat unta. “Di Middle East, ada unta tunggang dan juga feeding. Pengunjung bisa saja memberi makan unta dari dekat.” kata Shinta.
Di di sini juga akan ada area labirin yang berisi permainan anak-anak, dilengkapi dengan tree house. Labirin ini diklaim satu-satunya di tempat Solo.
Buka sejak awal 2023
Solo Safari yang dibuka sejak 27 Januari 2023 sebelumnya sudah ada menghadirkan beberapa exhibit, seperti area Asia dengan binatang-binatang khas Asia seperti anoa, binturong, lalu komodo; juga Primate Island yang tersebut menjadi tempat bagi hewan-hewan primata seperti owa Jawa, orangutan, lutung, serta siamang.
Ada pula area savana yang digunakan berisi satwa-satwa khas Afrika. Pengunjung juga dapat mengamati dari dekat satwa-satwa yang dimaksud unik seperti kuda nil, otter, singa, lalu kucing serval.
Solo Safari dulunya dikenal sebagai Taman Satwa Taru Jurug atau Kebun Binatang Jurug. Pengelolaan kebun binatang ini kemudian dialihkan ke Taman Safari Indonesia. Selain melakukan revitalisasi, Taman Safari juga mengubah konsep dari kebun binatang menjadi safari. Bedanya dengan tempat lain, di dalam area seluas 13,9 hektare ini pengunjung bisa jadi melakukan walking safari yang memungkinkan berinteraksi segera dengan satwa dari dekat.