April 16, 2026
Benarkah Menghirup Aroma Pasangan Bisa Meredakan Stres?

Jakarta – Stres adalah hal tak terhindarkan di keberadaan sehari-hari. Karena itu, sejumlah orang yang mencari cara untuk mengatasi stres juga menemukan kedamaian di hidup mereka. Salah satu cara yang digunakan menarik serta efektif adalah dengan menghirup aroma pasangan. 

Aroma adalah salah satu indera manusia yang digunakan paling kuat di mempengaruhi emosi. Aroma dapat memicu kenangan, emosi, bahkan reaksi fisik. Hal ini akibat hidung miliki reseptor saraf khusus yang mana terhubung dengan segera ke otak, teristimewa ke sistem limbik, yaitu bagian otak yang digunakan mengatur emosi. 

Dikutip dari Live Science, para peneliti dari University of British Columbia (UBC) menemukan bahwa mencium pakaian pasangan berkaitan dengan rendahnya kadar hormon stres kortisol di darah wanita. Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma pasangan, bahkan tanpa peluncuran fisiknya, dapat menjadi alat yang dimaksud ampuh untuk membantu mengempiskan stres.

Hofer lalu timnya melakukan penelitian terhadap 96 pasangan heteroseksual. Para pria mengenakan kaus bersih selama 24 jam tanpa deodoran atau kosmetik beraroma, merokok, atau makanan yang dimaksud mempengaruhi bau badan.

Dilansir dari Medical News Today, kaos pria ini kemudian dibekukan setelahnya 24 jam untuk menjamin aromanya masih utuh. Para wanita kemudian diminta mencium secara acak, kemeja yang belum pernah dipakai sebelumnya, kemeja pasangan, atau kemeja orang asing tanpa mengetahui dengan syarat kemeja tersebut.

Para wanita kemudian dites dengan wawancara kerja tiruan untuk meningkatkan stres mereka. Mereka juga diarahkan untuk memecahkan perihal matematika. Setelah itu, stres kemudian diukur melalui beberapa pertanyaan lalu sampel air liur untuk mengukur hormon kortisol mereka.

Hasil menunjukkan bahwa wanita yang tersebut mencium kemeja pasangannya mengalami tingkat stres tambahan rendah sebelum juga pasca ujian. Wanita yang benar-benar mengidentifikasi kemeja pasangannya juga miliki kadar kortisol yang dimaksud lebih tinggi rendah, menunjukkan bahwa mengetahui aroma pasangan mempunyai efek menenangkan.

Sementara itu, wanita yang mencium kemeja orang asing mengalami peningkatan kadar kortisol, yang mana kemungkinan besar disebabkan oleh respons pertahanan diri terhadap orang asing. Hasil ini identik dengan wanita yang digunakan mencium kemeja baru yang digunakan belum pernah digunakan serupa sekali.

Dalam jurnal ini, peneliti yang mana bernama Frances Chen menyatakan bahwa hasil ini dapat berguna bagi pasangan yang mana harus berpisah untuk waktu yang digunakan lama lantaran perjalanan kerja atau alasan lain. Hal ini lantaran mnghirup aroma pasangan dapat membantu meredakan stres pada situasi apapun.

Aroma Pasangan Dapat Mempererat Percintaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *