April 16, 2026
UGM Sebut Kabar Ketua BEM Gielbran Dikeluarkan Setelah Kritik Jokowi Hoaks

Jakarta – Nama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gielbran Muhammad Noor tersebar luas pasca mencela Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Gielbran bersatu BEM UGM mengadakan aksi juga memberikan penghargaan terhadap Jokowi sebagai alumnus UGM yang tersebut paling memalukan pada kawasan UGM pada Jumat, 8 Desember 2023.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak di dalam media sosial yang tersebut menyebutkan UGM sudah pernah mengeluarkan siswa yang tersebut mencela presiden tersebut. Narasi yang dimaksud ditulis di area TikTok menampilkan foto Rektor UGM Prof Ova Emilia serta Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad Noor. Di konten yang dimaksud tertoreh “Kami pimp universitas UGM mengeluarkan pelajar yang digunakan menghina Presiden Ir Jokowi Widodo. Alhamdulillah…! akhirnya pelajar yang dimaksud paling cerdas dikeluarkan dari Kampus, prestasinya cuma dapat nasi kotak gratis.”

Sekretaris UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu menegaskan bahwa kabar yang disebutkan merupakan hoaks atau disinformasi. “Kabar kalau UGM mengeluarkan Gielbran itu tidak ada benar atau hoaks. UGM tiada mengeluarkan atau men-DO yang dimaksud bersangkutan,” ujar Andi untuk Antara di area Jakarta, Ahad, 17 Desember 2023.

Andi juga menegaskan bahwa kampus juga tidak ada memberikan peringatan keras pada Gielbran lantaran hal itu merupakan hak seseorang untuk menyampaikan aspirasi. UGM, kata dia, hanya sekali mengingatkan pelajar untuk mengedepankan etika juga kesantunan pada waktu melontarkan kritik.

Setelah poster bernarasi Jokowi alumnus UGM paling memalukan, muncul poster tandingan yang mengatakan Jokowi alumnus UGM paling membanggakan. Baliho yang disebutkan mendadak terpasang tanpa dihadiri oleh aksi apapun. Feri Agung Hermawan, pelajar UGM dari Fakultas Filsafat yang sempat hendak bergabung aksi itu mengaku telah menarik diri lalu tak mengambil bagian kelompok massa pemasang baliho tandingan ini. Dia mengaku tak tahu-menahu lagi mengenai aksi tersebut.

“Untuk aksi di area bunderan UGM saya tegaskan sekali lagi saya cuma salah satu bagian dari sekumpulan massa yang dimaksud punya keresahan yang mana identik terhadap pernyataan saudara Gielbran,” ucapannya pada Hari Jumat pekan lalu.

 Adapun Andi mengungkapkan hal itu merupakan dinamika kampus. “UGM masih memberikan ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasinya. Penyampaian aspirasi hendaknya dijalankan dengan cara yang mengedepankan kesantunan serta tak mengganggu ketertiban,” imbuh dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *